Pengantar Analisa Sidik Jari GEN I BE Consultant

Banyak orang tua yang telah mengalami asam garam kehidupan, kemudian memiliki satu prinsip dalam memperlakukan anaknya. Jika menurutnya hal itu yang terbaik, maka anak diajak bahkan sering di paksa untuk mengikuti hal tersebut. Alasannya tentu untuk kebaikan anaknya dan karena alasan kasih sayang. Padahal setelah melalui banyak pengamatan ternyata hal tersebut dapat bertentangan dengan karakter atau style yang dimiliki anak sehingga mengakibatkan jatuhnya semangat belajar dan mematikan potensinya, hal ini akan berpengaruh pada semangat anak untuk mencapai potensi terbaiknya.

Sebenarnya bakat merupakan tiga serangkai kekuatan individu bersama-sama dengan keahlian dan pengetahuan. Ketiga unsur ini sama pentingnya, namun penelitian membuktikan bahwa bakat jauh lebih penting dari pada keahlian dan pengetahuan, hal ini disebabkan karena bakat merupakan kekuatan yang tidak dapat dipelajari/dilatih, sedangkan pengetahuan dan keahlian dapat diperoleh melalui BELAJAR dan LATIHAN.

Bakat adalah kemampuan inhern dalam diri seseorang yang di bawa sejak lahir dan terkait dengan struktur otak, setiap orang lahir dengan bakat yang bebeda (Prof. Dr. Conny Seniawan, 1997). Bakat atau attitude, kemampuan bawaan sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar terwujud (Prof. Dr. S.C. Utami Munandar, 1999).

Definisi diatas menunjukkan bahwa bakat pada hakikatnya merupakan potensi alami yang masih terpendam, seperti gunung es di lautan, puncak gunung yang terlihat hanyalah sebagian kecil dari bangunan gunung es yang sebenarnya. Begitupun kemampuan diri, yang terlihat hanyalah sebagian kecil dari potensi yang sebenarnya (bakat) yang masih harus anda kenali dan kembangkan.

Faktor – faktor yang berpengaruh dalam pengembangan bakat yaitu :

  1. Faktor Naturalis
    Faktor yang ada di dalam diri anda, merupakan potensi yang telah ada dalam diri sejak anda lahir (Potensi Genetik.)
  2. Faktor Nurtural (Lingkungan)
    Faktor potensi di luar diri anda tetapi memiliki pengaruh dalam menentukan sikap, tindakan dan karakter anda.
  3. Faktor Motivasi
    Keinginan dan semangat yang kuat dalam diri untuk melakukan suatu sikap atau tindakan.
     

Setiap orang perlu mengenal bakat terbaiknya, dengan cara itu seseorang bisa merencanakan masa depan atau merencanakan kegiatan yang akan diikutinya dengan bantuan tes sidik jari, seseorang dapat mengetahui bakat terbaiknya.

Jika bakat terbaik sudah diketahui, beberapa hal yang bisa dilakukan:

  1. Perlu keberanian : berani memulai, berani gagal, berani berkorban (perasaan, waktu, tenaga, pikiran), berani berkompetisi. Keberanian akan membuat kita melihat jalan keluar berhadapan dengan berbagai kendala.
  2. Perlu didukung Latihan : bakat perlu selalu diasah atau distimulus, latihan adalah kunci keberhasilan.
  3. Perlu didukung lingkungan : baik manusia (keluarga, guru, temen) fasilitas serta biaya.
  4. Perlu memahami Hambatan dan Mengatasinya, maksudnya individu perlu mengidentifikasi dengan baik kendala-kendala yang ada, kemudian di cari jalan keluar untuk mengatasinya.

Hal yang wajar kita temui di masyarakat, setiap waktu seseorang berusaha memperbaiki kekurangannya. Hal ini bahkan menghabiskan waktu untuk meningkatkan potensi kelebihannya, sehingga seseorang tumbuh biasa-biasa saja karena waktunya sudah habis untuk menemukan, menganalisis dan memperbaiki segala kekurangannya.
Saat ini, ketika diketahui bahwa satu kelebihan saja bisa membuat seseorang mandiri baik secara mental maupun finansial, dan ini menyebabkan banyak orang fokus pada kelebihannya sehingga seseorang dapat hadir dengan segala keunikannya, identitas dirinya dan kesejatian untuk apa Tuhan menciptakan dirinya, oleh karena itu, dimanakah KEKUATAN TERBAIK ANDA???